ROCHIES MART - BELANJA MURAH DAN BERKAH
  • Kirim topik baru
  • Kirim balasan

Ekskul Fotografi..

Share

Dioxy33
Moderator
Moderator

Number of posts: 553
Age: 17
Location: جنٌة
Points: 99

Ekskul Fotografi..

Post by Dioxy33 on Sat Dec 13, 2008 4:27 pm

Bagi kalian yang ikut Ekskul fotografi

di haruskan untuk nge-post di sini 2x seminggu..
[GARING MODE:ON]

ahmad ansori(oi)
Forum Staff
Forum Staff

Number of posts: 386
Age: 24
Location: bogor
Points: 13

Re: Ekskul Fotografi..

Post by ahmad ansori(oi) on Sat Dec 13, 2008 4:56 pm

Dioxy33 wrote:Bagi kalian yang ikut Ekskul fotografi

di haruskan untuk nge-post di sini 2x seminggu..
[GARING MODE:ON]



yah klo terpaksa mah ngga usah..tadi kan kesepakatan bersama...klo ngga mau juga ngga apa2,,ngga dipaksa ko..tujuanny kan meramaikan forum dan meningkatkan berdiskusi dalam hal foto..

Dioxy33
Moderator
Moderator

Number of posts: 553
Age: 17
Location: جنٌة
Points: 99

Re: Ekskul Fotografi..

Post by Dioxy33 on Sat Dec 13, 2008 4:59 pm

yasudah lahh

tanggung ka..

hehe!!

ahmad ansori(oi)
Forum Staff
Forum Staff

Number of posts: 386
Age: 24
Location: bogor
Points: 13

Re: Ekskul Fotografi..

Post by ahmad ansori(oi) on Sat Dec 13, 2008 5:20 pm

Dioxy33 wrote:yasudah lahh

tanggung ka..

hehe!!


apany yg tanggung..hehehe

Dioxy33
Moderator
Moderator

Number of posts: 553
Age: 17
Location: جنٌة
Points: 99

Re: Ekskul Fotografi..

Post by Dioxy33 on Sat Dec 13, 2008 5:22 pm

tanggung..
udah di bikin topicnya..

hehe..

jgn ngobrol d sni..

ntar topicnya d hapus..

hehe!!

v-ranger
Super Moderator
Super Moderator

Number of posts: 754
Age: 16
Location: In your heart...
Points: 292

Re: Ekskul Fotografi..

Post by v-ranger on Sat Dec 13, 2008 10:21 pm

@atas

wah ekskul ya....
ikutan dunk...
tapi aq nda suka megang kamera...males..
ada ga yang ga usah di pencet tapi langsung ke poto?

Dioxy33
Moderator
Moderator

Number of posts: 553
Age: 17
Location: جنٌة
Points: 99

Re: Ekskul Fotografi..

Post by Dioxy33 on Wed Dec 17, 2008 8:57 pm

@atas..
ada.. namanya pinhole camera (kamera lubang jarum/KLJ)
nanti di bahas deuh

v-ranger
Super Moderator
Super Moderator

Number of posts: 754
Age: 16
Location: In your heart...
Points: 292

Re: Ekskul Fotografi..

Post by v-ranger on Wed Dec 17, 2008 9:21 pm

wow...

lobang jarum...
berarti kalo mw moto tombl nya dipencet pake jarum dong...
tetep aja dipencet....

Dioxy33
Moderator
Moderator

Number of posts: 553
Age: 17
Location: جنٌة
Points: 99

Re: Ekskul Fotografi..

Post by Dioxy33 on Wed Dec 17, 2008 9:40 pm

bukan laah!!
ntar d bahas deuh...
sabar ath!!

A-Design
Newbie
Newbie

Number of posts: 1
Age: 16
Location: Bogor
Points: 0

Re: Ekskul Fotografi..

Post by A-Design on Fri Dec 19, 2008 3:51 pm

Siapa Sih.. Darwis Triadi Itu ?

Anak-anak Foto harus tau siapa Darwis Triadi itu. Sebab, dia merupakan fotografer handal dan sudah Go International.......

Langsung aja baca,,,, Oh iya hampir lupa, Artikel ini saya ambil dari
Om Wikipedia

Andreas Darwis Triadi lahir di Solo, Jawa Tengah, 15 Oktober 1954 atau lebih dikenal dengan Darwis Triadi adalah seorang ahli fotografer glamor dan fashion senior Indonesia.

Darwis Triadi mengembangkan minat fotografinya sejak tahun 1979. Ilmu desain pun turut dipelajari untuk memperkaya kemampuan artistiknya. Karena prestasinya yang terus meningkat, dia diberi kepercayaan untuk menampilkan karyanya pada majalah tahunan Hasselblad yang berskala internasional di tahun 1990. Dalam kurun waktu bersamaan, ia sempat mempresentasikan slide andalannya dalam acara Photo Kina International Competition di Kohn, Jerman. Kompetisi ini digelar dalam rangka "Hasselblad International Annual". Setahun kemudian, majalah internasional Vogue memajang karyanya pada artikel spesial tentang Indonesia. Bron Electronic AG dari Swiss, produsen lampu Broncolor, memilihnya untuk mengisi kalender Broncolor tahun 1997. Darwis akhir-akhir ini sering membuat seminar, dan workshop tentang fotografi. Dia juga telah mendirikan lembaga pendidikan fotografi di Jakarta Selatan.

Dioxy33
Moderator
Moderator

Number of posts: 553
Age: 17
Location: جنٌة
Points: 99

KLJ adalah...

Post by Dioxy33 on Fri Dec 19, 2008 5:54 pm

PROLOG OLEH RAY BACHTIAR DRAJAT

KAMERA LUBANG JARUM (KLJ) adalah kamera yang bisa dibuat dari kaleng atau dus yang dilubangi sebatang jarum yang di Indonesia ditemukan kembali oleh fotografer Ray Bachtiar Dradjat dan pada tanggal 17 Agustus 2002 mendirikan KLJI, yaitu perkumpulan pemain KLJ yang hingga kini sudah tersebar di lebih 10 kota besar Indonesia. Prestasi yang diraih hingga kini antara lain: dijadikan pelajaran dasar fotografi di Media Rekam ISI Jogja dan institusi lainnya, melahirkan instruktur-instruktur tangguh, hingga mencetak Sarjana KLJ. Meski KLJ bukan alat yang sempurna, namun terbukti bisa mengajak kita untuk berada dalam suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan olah fisik. KLJ menawarkan pemanjaan idealisme yang luarbiasa. Maka sangat pantas jika KLJ digunakan sebagai kendaraan untuk “pendidikan” dan juga “seni”.



SEJARAH:
Teknologi fotografi bermula dari keinginan manusia yang nyatanya memang menjadi tuntutan kebutuhan untuk bisa merekam gambar sepersis mungkin. Maka digunakanlah kotak penangkap bayangan gambar, sebuah alat yang mulanya untuk meneliti konstelasi bintang-bintang secara tepat yang dipatenkan seorang ahli perbintangan, Gemma Frisius, tahun 1554. Namun cikal bakalnya sudah dimulai oleh penulis Cina, Moti, pada abad ke-5 SM, Aristoteles pada abad ke-3 SM, dan seorang ilmuwan Arab ibnu al Haitam atau Al Hazen pada abad ke-10 M. Kemudian pada tahun 1558 ilmuwan Itali http://www.britannica.com/eb/topic?idxStructId=470999&typeId=13Giambattista della Porta menyebut “camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Awal abad ke-17, Angelo Sala, ilmuwan yang berkebangsaan Italia menemukan proses “jika serbuk perak nitrat dikenai cahaya warnanya akan berubah menjadi hitam”. Selanjutnya berbagai percobaan pun dilakukan. Hingga tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis Joseph-Nicéphore Niépce (1765-1833), setelah 8 jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya melalui proses “Heliogravure” di atas plat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur dan berhasil pula mempertahankan gambar secara permanen. Kemudian ia pun mencoba menggunakan kamera obscura berlensa. Maka pada tahun 1826 lahirlah sebuah “foto” yang akhirnya menjadi awal sejarah fotografi.

Merasa kurang puas, tahun 1827 Niépce mendatangi desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) untuk mengajaknya berkolaborasi. Sayang sebelum menunjukkan hasil optimal, Niépce wafat. Baru pada tanggal 19 Agustus 1839, Daguerre dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat “foto yang sebenarnya”: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan air suling.

Di Inggris beberapa bulan sebelumnya, tepatnya 25 Januari 1839, William Henry Fox Talbot (1800-1877) memperkenalkan “lukisan fotografi” yang juga menggunakan camera obscura, tapi ia buat positifnya pada sehelai kertas chlorida perak. Kemudian pada tahun yang sama Talbot menemukan cikal bakal film negatif modern yang terbuat dari lembar kertas beremulsi yang bisa digunakan untuk mencetak foto dengan cara contact print, juga bisa digunakan untuk cetak ulang layaknya film negatif modern. Proses ini disebut Calotype yang kemudian dikembangkan menjadi Talbotypes. Untuk menghasilkan gambar positif Talbot menggunakan proses Saltprint. Gambar dengan film negatif pertama yang dibuat Talbot pada Agustus 1835 adalah pemandangan pintu perpustakaan di rumahnya di Hacock Abbey, Wiltshire – Inggris.

Dan di Indonesia, tahun 1997, saat teknologi digital mulai booming, saya yang mulai menggunakan kamera digital karena tuntutan pekerjaan sebagai profesional fotografi pun, mulai resah. Saya tidak anti digital, tapi saya pikir di dunia pendidikan fotografi lebih baik jika “mengetahui sesuatu dari dasarnya dulu”. Maka berawal dari sukses memotret pagar depan rumah tinggal dengan menggunakan KLJ kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas Chen Fu tahun 1997, digelarlah workshop perdana pada tahun 2001 di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang dengan asisten instruktur Ipoel, didukung Galeri i-see, dan disponsori Kedutaan Belanda. Akhirnya, September tahun 2001 terbitlah buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM” terbitan Puspaswara. Saya menyebut pinhole camera dengan sebutan Kamera Lubang Jarum (KLJ) karena konsep dasar inovasinya berbeda. Saya tidak terlalu mempermasalahkan “teknik”, tapi mencoba menularkan “rasa yang mendalam” dengan menggunakan kata kunci khas Indonesia: “secukupnya”. Selanjutnya, digelarlah workshop tour “gerilya” di Jawa, Bali, bahkan Makassar, hingga pada 17 Agustus 2002 berani memproklamirkan KOMUNITAS LUBANG JARUM INDONESIA (KLJI) sebagai komunitas para pemain KLJ.

Sebagai sebuah filosofi KLJI sebenarnya tidak mempersoalkan masalah “kamera”, tapi makna “lubang jarum” lah yang kami garis bawahi. Karena lubang jarum bisa berarti kondisi dimana saat sulit datang bertamu dan pada saat seperti itu kita harus mampu meloloskan diri. Pantas jika Leonardo Da Vinci menyatakan: “Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta”, karena terbukti KLJ mengajak kita untuk berada dalam suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan bahkan olah fisik. Tetapi ruang itu harus kita penuhi dengan aksi-aksi nyata.

Sesungguhnyalah, KLJ menawarkan pemanjaan idealisme yang luarbiasa. KLJ menawarkan seni proses yang sangat melelahkan, tapi juga KLJ bisa sangat mengasyikkan. Mungkin hal itulah yang menggelitik sehingga KLJ bagaikan virus. Sangat pantas jika KLJ di Indonesia digunakan sebagai kendaraan untuk masalah “pendidikan” dan juga masalah “seni”. Ini terbukti saat mengikuti “Gigir Manuk Multicultural Art Camp” bulan september 2002 di Bali. KLJ di terima para seniman Bali dengan tangan terbuka. Malah kami sempat berkolaborasi bersama seniman lainnya seperti seniman lukis, tekstil dan bahkan teater.

KLJ bukan alat yang sempurna tapi kendaraan untuk menjadi sempurna, meski hingga saat ini KLJI masih sarat dengan berbagai ujian, saya tetap yakin, bahwa kita masih ada di jalan yang benar. (Ray Bachtiar Drajat)
-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

macam macam KLJ


Kamera KLJ tahun 2001 karya Ray Bachtiar Drajat


Kamera Poket KLJ
+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-

Source: http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/08/22/dgi’s-workshop-01-workshot-kamera-lubang-jarum/


_________________
Spoiler:
KAMU TAU SIAPA DIA!!!??

Kaget |haaa??|

Mabrur
Newbie
Newbie

Number of posts: 4
Age: 16
Location: Bogor kota ujan..
Points: 0

Re: Ekskul Fotografi..

Post by Mabrur on Sat Dec 20, 2008 1:45 pm

sry"..ru bisa nge post ^^

ikut2an aja ah..ngeramein..hha...

thexwarrior
Webmaster
Webmaster

Number of posts: 936
Age: 23
Location: Bogor - Indonesia
Points: 134

Re: Ekskul Fotografi..

Post by thexwarrior on Mon Dec 22, 2008 1:23 pm

@Dioxy

Nice info

@ Mabrur
Jangan kebiasaan ngepost kayak gitu yah...


Mabrur
Newbie
Newbie

Number of posts: 4
Age: 16
Location: Bogor kota ujan..
Points: 0

Re: Ekskul Fotografi..

Post by Mabrur on Tue Dec 23, 2008 7:52 pm

oc deh ka kamal...
maklum pendatang baru..
visss....

ghitha
Junior Member
Junior Member

Number of posts: 22
Age: 15
Location: bogor
Points: 6

Re: Ekskul Fotografi..

Post by ghitha on Fri Dec 26, 2008 2:57 pm

oia,,informasi..mau liat sejarah photography?
bli chip fotovideo edisi ritual photography deh,,udah lama sih...
bagus juga,,
k'oi jadwal ekskul saiia dan kawan2 bagaimana?
  • Kirim topik baru
  • Kirim balasan

Waktu sekarang Fri Jul 30, 2010 6:31 am