ROCHIES MART - BELANJA MURAH DAN BERKAH
  • Kirim topik baru
  • Kirim balasan

perbedaan dalam islam???

Share

f_klose11
Member
Member

Number of posts: 110
Age: 19
Location: bogor
Points: 12

perbedaan dalam islam???

Post by f_klose11 on Fri Jan 23, 2009 1:33 pm

assalamu alaikum...


ustadz ada yang mau saya tanyakan>>??

mengapa terjadi perbedaan dalam islam??

seperti ketika tahiyat akhir ada yang telunjuknya digoyang2in>>????

ada juga yang tidak....




syukron atas jawabannyaa?????

eryan_ibanez
Senior Member
Senior Member

Number of posts: 530
Age: 16
Location: bogor, amegakure, or the hidden rain ....
Points: 20

Re: perbedaan dalam islam???

Post by eryan_ibanez on Mon Jan 26, 2009 9:59 pm

klo kata'y ada yg digoyang"in gitu yaa .
hmh .
klo kata tmen saya .
ada sebuah kisah yg menceritakan bahwa pada suatu hari ada seorang sahabat yg melihat Rasulullah SAW bertahiyat akhir sambil menggoyang"kan telunjuk'y .
bgitu .
tapi ...
Wallahu'alam .
Smile

rafiaqin
Member
Member

Number of posts: 276
Age: 23
Location: anywhere
Points: 9

Re: perbedaan dalam islam???

Post by rafiaqin on Fri Jan 30, 2009 4:39 pm

karena ya karena takut salah jawab ah... mending tunggu ust jihad dl aja

H. Jihad
Santri Forever
Santri Forever

Number of posts: 558
Age: 36
Location: Batutapak Bogor - Indonesia
Points: 36

Re: perbedaan dalam islam???

Post by H. Jihad on Sat Jan 31, 2009 9:47 am

sebelm menjawab permasalahannya .....baca dulu ini...stlh itu kita lanjutkan lagi

MAKNA USHUL DAN FURU’
Islam adalah Aqidah, Syariat dan Akhlaq. Ketiganya menjadi satu kesatuan tak terpisahkan, satu sama lainnya saling terkait dan saling menyempurnakan. Ketiganya terhimpun dalam Ajaran Islam melalui dua ruang ilmu, yaitu : USHULUDDIN dan FURU’UDDIN.
Ushuluddin biasa disingkat USHUL, yaitu Ajaran Islam yang sangat prinsip dan mendasar, sehingg Umat Islam wajib sepakat dalam Ushul dan tidak boleh berbeda, karena perbedaan dalam Ushul adalah Penyimpangan yang mengantarkan kepada kesesatan.

Sedang Furu’uddin biasa disingkat FURU’, yaitu Ajaran Islam yang sangat penting namun tidak prinsip dan tidak mendasar , sehingga Umat Islam boleh berbeda dalam Furu’, karena perbedaan dalam Furu’ bukan penyimpangan dan tidak mengantarkan kepada kesesatan, tapi dengan satu syarat yakni : ada dalil yang bisa dipertanggung-jawabkan secara Syar’i.
Penyimpangan dalam Ushul tidak boleh ditoleran, tapi wajib diluruskan. Sedang Perbedaan dalam Furu’ wajib ditoleran dengan jiwa besar dan dada lapang serta sikap saling menghargai.

ahmad ansori(oi)
Forum Staff
Forum Staff

Number of posts: 386
Age: 24
Location: bogor
Points: 13

Re: perbedaan dalam islam???

Post by ahmad ansori(oi) on Sat Jan 31, 2009 10:43 am

nah ust.jihad udah ngmentarin...

eryan_ibanez
Senior Member
Senior Member

Number of posts: 530
Age: 16
Location: bogor, amegakure, or the hidden rain ....
Points: 20

Re: perbedaan dalam islam???

Post by eryan_ibanez on Sat Jan 31, 2009 10:05 pm

oke ustadz jihad udah saya baca MAKNA USHUL DAN FURU’ .

kelanjutan'y gmn ???

H. Jihad
Santri Forever
Santri Forever

Number of posts: 558
Age: 36
Location: Batutapak Bogor - Indonesia
Points: 36

Re: perbedaan dalam islam???

Post by H. Jihad on Mon Feb 02, 2009 1:29 pm

eryan_ibanez wrote:oke ustadz jihad udah saya baca MAKNA USHUL DAN FURU’ .

kelanjutan'y gmn ???


lanjut.......

MENENTUKAN USHUL DAN FURU’
Cara menentukan suatu masalah masuk dalam USHUL atau FURU’ adalah dengan melihat Kekuatan Dalil dari segi WURUD (Sanad Penyampaian) dan DILALAH (Fokus Penafsiran).
WURUD terbagi dua, yaitu :
1. Qoth’i : yakni Dalil yang Sanad Penyampaiannya MUTAWATIR.
2. Zhonni : yakni Dalil yang Sanad Penyampaiannya TIDAK MUTAWATIR.
Mutawatir ialah Sanad Penyampaian yang Perawinya berjumlah banyak di tiap tingkatan, sehingga mustahil mereka berdusta.
DILALAH juga terbagi dua, yaitu :
1. Qoth’i : yakni Dalil yang hanya mengandung SATU PENAFSIRAN.
2. Zhonni : yakni Dalil yang mengandung MULTI PENAFSIRAN.
Karenanya, Al-Qur’an dari segi Wurud semua ayatnya Qoth’i, karena sampai kepada kita dengan jalan MUTAWATIR. Sedang dari segi Dilalah maka ada ayat yang Qoth’i karena hanya satu penafsiran, dan ada pula ayat yang Zhonni karena multi penafsiran.
Sementara As-Sunnah, dari segi Wurud, yang Mutawatir semuanya Qoth’i, sedang yang tidak Mutawatir semuanya Zhonni. Ada pun dari segi Dilalah, maka ada yang Qoth’i karena satu pemahaman dan ada pula yang Zhonni karena multi pemahaman.

Selanjutnya, untuk menentukan klasifikasi suatu persoalan, apa masuk Ushul atau Furu’, maka ketentuannya adalah :
1. Suatu Masalah jika Dalilnya dari segi Wurud dan Dilalah sama-sama Qoth’i, maka ia pasti masalah USHUL.
2. Suatu Masalah jika Dalilnya dari segi Wurud dan Dilalah sama-sama Zhonni, maka ia pasti masalah FURU’.
3. Suatu Masalah jika Dalilnya dari segi Wurud Qoth’i tapi Dilalahnya Zhonni, maka ia pasti masalah FURU’.
4. Suatu Masalah jika Dalilnya dari segi Wurud Zhonni tapi Dilalahnya Qoth’i, maka Ulama berbeda pendapat, sebagian mengkatagorikannya sebagai USHUL, sebagian lainnya mengkatagorikannya sebagai FURU’.
Dengan demikian, hanya pada klasifikasi pertama yang tidak boleh berbeda, sedang klasifikasi kedua, ketiga dan keempat, maka perbedaan tidak terhindarkan.

nah baca dan pahami sampai sini dulu ya.....nanti dilanjut lagi
  • Kirim topik baru
  • Kirim balasan

Waktu sekarang Sun Sep 05, 2010 5:01 am